Kamu Tidak Harus Selalu Tahu Harus ke Mana
Ada masa ketika kita merasa seharusnya sudah tahu akan ke mana hidup ini dibawa. Seharusnya sudah tahu ingin menjadi apa, ingin tinggal di mana, dengan siapa ingin menghabiskan hidup, pekerjaan apa yang ingin dijalani, bahkan kapan semua hal itu seharusnya terjadi. Lalu kita melihat orang lain yang sepertinya sudah menemukan jawabannya. Ada yang sudah menikah, memiliki pekerjaan yang diinginkan, membangun bisnis, melanjutkan pendidikan, atau memulai kehidupan di tempat yang baru. Sementara kita masih duduk dengan banyak pertanyaan: “Sebenarnya aku mau ke mana?”, “Apa yang sedang aku lakukan ini sudah benar?”, atau “Kenapa rasanya hidupku tidak sejelas kehidupan orang lain?”
Mungkin yang melelahkan bukan hanya karena kita belum memiliki jawabannya, tetapi karena kita merasa seharusnya sudah memiliki jawaban itu sekarang. Padahal, hidup tidak selalu berjalan dengan urutan yang rapi. Ada hal-hal yang baru kita pahami setelah menjalaninya. Ada keputusan yang baru terasa tepat setelah beberapa waktu berlalu. Ada jalan yang awalnya tidak pernah kita bayangkan, tetapi ternyata membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita tahu sedang kita butuhkan.
Jadi, kalau hari ini kamu belum tahu harus ke mana, bukan berarti kamu gagal. Kalau kamu masih mempertimbangkan beberapa pilihan, bukan berarti kamu tidak memiliki arah. Kalau kamu sedang mengubah rencana yang dulu pernah kamu buat, bukan berarti kamu tidak konsisten. Mungkin kamu sedang belajar mengenali dirimu sendiri. Dan proses mengenal diri memang tidak selalu nyaman. Kadang kita perlu mengakui bahwa sesuatu yang dulu kita inginkan ternyata tidak lagi kita inginkan. Kadang kita perlu menerima bahwa jalan yang kita pilih ternyata tidak cocok. Kadang kita perlu melepaskan sebuah rencana yang sudah lama kita perjuangkan karena akhirnya menyadari bahwa kita ingin menjalani kehidupan yang berbeda.
Tidak semua perubahan arah berarti kita tersesat. Sometimes, changing direction is part of finding your way. Aku juga belajar bahwa kita tidak harus memiliki seluruh peta untuk mulai berjalan. Terkadang, kita hanya perlu tahu langkah berikutnya. Tidak harus tahu bagaimana hidup kita akan terlihat lima tahun lagi. Mungkin cukup tahu apa yang perlu kita lakukan minggu ini, menyelesaikan satu hal yang sedang ada di depan mata, atau bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang penting bagiku saat ini?” Kemudian menjalani jawabannya dengan sebaik mungkin. Karena terlalu sibuk memikirkan seluruh perjalanan terkadang membuat kita lupa bahwa hidup tetap harus dijalani hari ini.
Dan kalau ternyata nanti kita berubah pikiran, tidak apa-apa. Kalau jalan yang kita pilih tidak sesuai dengan yang kita bayangkan, kita bisa mengevaluasinya. Kalau kita membutuhkan waktu lebih lama daripada orang lain, itu juga tidak apa-apa. Kita tidak sedang mengikuti perlombaan yang memiliki satu garis waktu untuk semua orang.
Aku tahu, mengatakan “tidak perlu membandingkan diri” jauh lebih mudah daripada benar-benar melakukannya. Kita tetap akan melihat pencapaian orang lain, tetap akan merasa tertinggal sesekali, dan tetap akan bertanya-tanya apakah kita sudah melakukan cukup banyak. Tetapi mungkin yang perlu kita ingat adalah bahwa kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan orang lain. Kita melihat hasilnya, tetapi tidak selalu melihat prosesnya. Kita melihat pencapaiannya, tetapi tidak mengetahui seluruh hal yang harus ia lalui untuk sampai ke sana. Dan yang paling penting, kehidupan mereka memang bukan ukuran yang harus kita gunakan untuk menentukan apakah kehidupan kita sedang berjalan dengan baik.
Jadi, jika saat ini kamu sedang berada di fase yang penuh ketidakpastian, aku harap kamu tidak terlalu keras kepada dirimu sendiri. Kamu boleh belum tahu. Kamu boleh berubah pikiran. Kamu boleh mencoba sesuatu dan kemudian menyadari bahwa itu bukan untukmu. Kamu boleh memulai lagi. Kamu boleh berjalan lebih pelan. Dan kamu tidak harus menjelaskan seluruh perjalananmu kepada semua orang hanya agar pilihanmu terlihat masuk akal.
Mungkin saat ini kamu belum bisa melihat bagaimana semuanya akan terhubung. Tidak apa-apa. Ada bagian dari hidup yang memang baru bisa kita pahami setelah kita menjalaninya. Jadi, untuk sekarang, mungkin kamu tidak perlu memikirkan bagaimana caranya memastikan seluruh hidupmu akan baik-baik saja. Cukup lakukan apa yang bisa kamu lakukan hari ini. Pilih dengan pengetahuan yang kamu punya. Berusaha dengan kemampuan yang kamu miliki. Berdoa dengan apa yang kamu harapkan. Dan ketika kamu belum tahu jawabannya, beri dirimu ruang untuk tidak tahu.
Kamu tidak harus selalu tahu harus ke mana untuk tetap bisa berjalan. Mungkin suatu hari nanti, ketika kamu melihat ke belakang, kamu akan menyadari bahwa beberapa jalan yang dulu terasa membingungkan ternyata sedang membawamu ke tempat yang memang perlu kamu datangi. Dan untuk hari ini, kalau kamu masih mencari arah, tidak apa-apa. Pelan-pelan saja. Kamu tidak terlambat.
—Atika Meilani.
Tulisan ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan layanan psikologi profesional. Jika kamu membutuhkan pendampingan, kamu dapat menjadwalkan sesi.
Mungkin, ini bisa menjadi langkah awal.
Jika kamu merasa sudah siap untuk memulai, saya terbuka untuk mendampingi proses tersebut.
